Thursday, August 9, 2012

Sin

Welcome to the conscience's hunting ground.
Where you will be hunt down and find no escape.
Where the earth is made up of the wrongs you've done to people you said you love.
Where you can drown in sweat 
and there is no such thing as peace after death.

Because you'll relive the sin each time you remember what you have done.

Saturday, July 28, 2012

Hilang

Hari ini dia biarkan perasaannya keluar berlari dan diterbangkan angin.

Wednesday, July 25, 2012

Setia

Dari tempat yang hilang,
aku masih menunggu kau pulang.

Mungkin tanah sudah gersang
tapi aku akan masih tunggu kau pulang

pulang pada aku yang sudah hilang
dan makin hilang

Sebentar

Apa yang kita ada cuma saat ini.
Esok atau sebentar lagi, lidahku mungkin sudah kelu
Mungkin kau sudah pergi
Mungkin aku tiada di sini

Sepanjang maghrib cuma masa kita
Kau pergi bersama jalur terakhir mentari


Tak apa, aku pasti tunggu kau sampai maghrib kembali.





Friday, June 8, 2012

Tolong doakan.

Kali terakhir dia telefon aku, cuma untuk katakan dia cintakan aku. Mesej terakhir yang dia hantar, mengatakan dia ditahan di hospital, kemungkinan masalah buah pinggang. Dia suruh aku jangan risau, dan bahawa dia akan sembuh.

Aku balas pesanan dia, menyuruh dia kuat dan sembuh cepat, ini EURO pertama sejak kami bersama. Mana boleh kami tak tengok sama-sama.

Aku sangat berharap, sebelum September dia akan sembuh. At least, kami boleh meraikan ulang tahun bersama.

Tolong doakan dia.

Summer Affair

It was not a kiss,
It was my lips whispering to your lips,
And we both admit,
that love is something that was

Maybe we want to touch each other,
Maybe your lips want to meet mine,
but it was not a kiss,
it was my lips whispering to your lips

About a summer romance that never was.

Monday, May 21, 2012

Penuhi hati

Hujan lumpur membasuh darah
Berselut dan hanyir wajah......................

Sebenarnya aku sudah kehilangan kata
Ungkapan tercetus di jari semata
Tiada lagi rasa dalam hati.

Aku sudah tak peduli.
Dari titik. ke titik
Makna yang dulu harmoni sudah lari
Siapa dirimu kedengaran jelas di telingaku
Menenggelamkan kata katamu.

Bukan aku tak mahu percaya, tapi siapa kamu berbicara lebih lantang dari lidahmu,

Hati jadi sepi.
Tanpa sedikit rasa
Malah aku juga bukan marah atau sedih

Mungkin hujan masuh berlumpur.
Untuk kali ini sekali lagi
aku akan biar penuh berlumpur.